Tampilkan postingan dengan label my mind. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my mind. Tampilkan semua postingan

midnite sale

Selasa, 28 Juni 2011
0 komentar
Apa kabar semuanya? Sekarang adalah bulan Juni. Bulan dimana anak-anak sekolah pada libur, yang berarti high season. Kalau di luar negeri lebih dikenal dengan summer holiday. Setiap high season, itu berarti sale dimana-mana. Dan bulan ini juga Jakarta mengadakan Jakarta Great Sale, karena bertepatan dengan ulang tahun Jakarta. Jadi ga usa repot-repot ke singapore segala buat nyari sale.

Setahun belakangan ini di kalangan para shopper muncul istilah midnite sale. Aktivitas berbelanja di malam hari, dimana mall yang mengadakan midnite sale akan menambah jumlah diskonnya. Sebenernya kalo mau ditelusurin *apa coba* barang-barang yang sale itu barang lama yang ga laku-laku. Yang new arrival harganya ya harga normal. Tapi siapa juga coba yang ga ngiler ngeliat guess handbag yang biasanya 1juta lebih turuh harga jadi 500rb?


Berikut ini tips and trik selama berbelanja pada saat midnite sale berdasarkan pengalaman pribadi :
1. Pastikan anda datang terlebih dulu ke mall yang mengadakan midnite sale sebelum jam dimulai. Misalnya midnite sale diadakan pada jam 8 malam, maka usahakan anda datang sebelum jam 8 malam. Apa tujuannya? Lihat poin 2.
2. Ketika anda sebelum waktunya midnite sale, datang dulu ke toko yang lebih besar. Misalnya, METRO, SOGO, Matahari, SEIBU, dll. Pilih barang-barang yang anda inginkan. Jangan sampai barang tersebut diambil orang. Aktivitas pilih memilih bisa menghabiskan waktu kira-kira 1 jam, ditambah lagi kalau mau fitting bajunya dulu.
3. Usahakan anda membayar barang yang anda inginkan sebelum kasir rame. Kenapa? Karena anda bisa stuck 1 jam cuma buat ngantri bayar doang. Itulah sebabnya kenapa anda harus datang sebelum jam midnite sale dimulai.
4. Ketika selesai berbelanja di toko-toko besar, anda bisa hunting ke toko-toko yang lebih kecil. Seperti, GAUDI, Executive, TOPSHOP, ZARA, dll. Toko-toko kecil ini walaupun rame, tapi tidak akan serame SOGO atau METRO.
5. Sebelum mulai shopping, makan dulu. Perut kenyang, jalan enak, hati pun puas.
6. Jangan terlalu kalap hanya karena midnite sale. Percaya deh, gak akan lama lagi pasti akan ada mall yang mengadakan midnite sale lagi. Biasanya pas high season. School holiday, lebaran, christmas and new year. Kadang-kadang ga pake high season juga ada beberapa mall yang ngadain midnite sale.
7. Tentu siapkan budget khusus sebelum mulai shopping. Jangan sampai anda shock melihat tagihan kartu kredit anda membengkak hanya karena belanja dengan brutal pas midnite sale.

Sekian tips and trik dari saya. Semoga bermanfaat untuk para shopper-shopper. Fyi, tgl 1-2 Juli ada midnite sale lagi tuh di Central Park...hahahahahaha...
Baca selengkapnya »

belajar mendengar

Selasa, 01 Maret 2011
4 komentar

Belajar mendengar bukan sesuatu yang mudah. Terkadang orang lebih suka didengar daripada mendengar. Karena dengan didengar, orang akan terlihat lebih menderita. Coba dikoreksi ya kalo salah :-)

Ada beberapa pria yang suka bercerita tentang permasalahannya pada saya. Yang perempuan juga ada, tapi entah kenapa kebanyakan pria. Karena penasaran, maka saya pun menanyakan hal tersebut. Selidik punya selidik *tsah* ternyata pria-pria tersebut ingin masalahnya didengar oleh saya. Masalah mereka pun nyaris sama, tentang pacar masing-masing. Dan menurut mereka, saya selalu diam untuk mendengar pada saat mereka bercerita.

Mari kita luruskan pernyataan ini. Saya memang hanya diam pada saat mereka bercerita. Tapi saya diam karena memang saya ga tahu apa yang saya harus katakan. Daripada nantinya saya memberikan nasihat yang malah bikin masalah mereka tambah kacau, bukankah lebih baik diam dan hanya mendengarkan mereka saja. Tapi untuk sebagian orang, mendengar itu ternyata bukan sesuatu yang mudah loh.

Beberapa waktu lalu, ketika saya naik bis transjakarta, saya mendengar (nguping tepatnya) percakapan dua orang remaja. Yup, bis transjakarta emang kayaknya tempat yang tepat untuk nguping. Banyak pembicaraan2 yang kadang bikin geleng-geleng. Dua remaja ini cewe dan cowo, entah pacaran atau tidak, tapi kelihatannya cukup deket.

Remaja cowo (RO) : aduh, besok PRnya banyak banget neh. Mana tadi ulangan.....(lupa dia nyebut ulangan apa) gua ga bisa lagi. mati deh.
Remaja cewe (RE) : emang besok ada PR apa aja?
RO : PR...... bla bla bla bla (lupa)
RE : ah, segitu mah ga banyak. coba bandingin sama gua, besok tuh si bu A ngasih PR ini dua buku sekaligus. belom lagi ditambah PR ini, ini, ini, dan ini (sekali lagi saya lupa). coba banyakan mana sama lu. belom lagi besok ada ulangan itu dan itu (lagi lagi lupa), dan gua belom belajar sama sekali. coba, stressan mana lu sama gua?
RO : tapi nilai gua sebelumnya kan uda ancur. kalo ulangan gua yang tadi dapet jelek, rata-rata harian gua bisa merah neh.
RE : ah, ulangan-ulangan gua sebelumnya lebih ancur dari lu. ditambah lagi ada ulangan yang harus diremed. pokoknya ancur lu itu ga seberapa kalo dibanding gua.

Ternyata......belajar mendengar itu memang tidak mudah yah.
Baca selengkapnya »

waktuku bukan waktuNya

Kamis, 25 November 2010
0 komentar
Waktu kecil gua suka pergi les naik angkot, kalo lagi males jalan. Di dalem mobil angkot itu, ditempel harganya. Disitu ditulis, jauh 1000, dekat 500. Perjalanan gua dari depan gang rumah ke tempat les menurut gua yg waktu itu masih kecil tergolong dekat, jadi begitu turun gua cuma ngasih 500 perak. Tapi ternyata menurut si sopir angkot, perjalanan gua itu tergolong jauh. Makanya abis gua kasih 500, dia masih tereak2 manggil gua sambil bilang kalp duitnya kurang 500 lagi. Karena waktu itu gua masih kecil, jadi setiap si sopir manggil gua cuekin, langsung nyelonong pergi.

Terkadang pemikiran setiap orang itu berbeda2. Buat beberapa orang, perempuan yang belum menikah di usia 30 itu suatu aib, pasti banyak yg akan mencibir dan menanyakan "kapan nikah?" Tapi buat sebagian perempuan, terutama wanita karir, hal itu wajar. Toh kalo memang jodohnya belom datang, untuk apa memaksa harus menikah.

Begitu juga apa yang kita pikirkan dengan apa yang Tuhan pikirkan. Mungkin menurut kita, melangkah ke kanan adalah langkah yang tepat, tapi belom tentu menurut Tuhan. Bisa aja Tuhan bilang, ke kiri adalah langkah yang benar. Dan yang harus kita lakukan sebelum melangkah adalah bertanya kepada Tuhan, apakah langkah yang akan kita ambil itu sudah tepat atau belum.

Sama juga dengan waktu. Waktu kita bukanlah waktu Tuhan. Waktu Tuhan adalah apa yang baik menurut Dia. Seorang teman pernah menulis di statusnya, "kita seringkali lupa kalau Tuhan itu tidak punya jam tangan." yang berarti Tuhan punya waktuNya sendiri. Begitu juga dengan kita perempuan, seringkali kita punya target untuk menikah di usia 25 atau ketika sudah lewat 25, ingin menikah di usia 30. Kita punya target waktu, tapi Tuhan punya target waktu sendiri untuk kita. Dan Dia tahu mana yang terbaik untuk kita.

Tapi percayalah satu hal, semua akan indah pada waktuNya.
Baca selengkapnya »

jakarta = macet + banjir

Rabu, 06 Oktober 2010
0 komentar
"Lu tau ga? Om gua kemaren meninggal gara2 kena serangan jantung. Pas mau dibawa ke rumah sakit, kena macet hampir satu jam lebih. Karena terlambat ditolongin, akhirnya meninggal dech."

"Aduuuuhhhh... Gua takut ga bisa pulang nech kalo ujan gede gini. Bukan apa2, tapi takut jalanan arah rumah gua banjir."


Yup. Hidup di Jakarta memang ga lepas dari dua hal tersebut, macet dan banjir.

Jakarta emang terkenal parah macetnya. Tapi beberapa bulan belakangan ini, macetnya makin menggila. Nyaris dimana2 macet. Apalagi kalo jam menjelang masuk kantor dan jam pulang kantor, semua pengguna jalan bisa stress berat. Bahkan hari minggu yang bisa dikategorikan libur, jalanan tetep aja macet.


Macet di Jakarta itu bisa terjadi karena pertumbuhan mobil ga seimbang dengan jalan yang ada. Kenapa bisa begitu? Karena orang mau beli mobil di Jakarta tuch gampang. Seorang sales mobil ngaku, tiap harinya dia bisa menjual paling dikit 5 mobil. Berarti dalam sebulan sedikitnya ada 150 mobil terjual. Ini baru satu sales. Di Jakarta, show room mobil bertaburan dimana2, yang berarti juga mobil2 bertaburan di jalanan. Sement
ara jalannya ya segitu2 aja.

Beberapa negara tertentu membatasi jumlah mobil di jalan dengan m
empersulit penjualan mobil, membuat peraturan satu keluarga cuma boleh punya satu mobil (sementara di Jakarta, satu keluarga paling dikit rata2 punya dua mobil), dan mobil2 tua dilarang ada di jalanan. Tapi, pemerintah menyeimbangkannya dengan alat transportasi yang memadai dan nyaman.

Mari kita lihat Jakarta. Bus, ngetem dimana2, semerawut, banyak pengamen dan tukang jualan yang kadang bikin kita waspada sama barang bawaan, belom lagi bus non AC tuch jorok dan kotor. Angkot, sama kayak bus, semerawut dan suka ngetem semba
rangan. Busway, untuk koridor 3, ACnya uda ga dingin, pintunya kadang suka macet, sampah dimana2, belom lagi kalo jam pulang kantor disaat yang ngantri uda sejubel, bisnya suka lama datengnya. Itu masih sebagian kecil buruknya transportasi di Jakarta. Yang lebih baik memang cuma taxi, tapi ga mungkin kan kita tiap hari naik taxi mulu. Bahkan untuk transportasi sekelas pesawat aja masih suka delay.

Sebenernya kemacetan di Jakarta tuch bisa diberesin kalo transportasinya juga beres. Adanya busway itu sebenernya bagus loh. Asal bisnya diperbanyak, dibikin nyaman lagi, dibersihin, yang rusak2 dibenerin, pasti banyak yang mau beralih ke busway. Dan gua harap kejadian sama omnya temen gua itu ga ada yang terulang dech.

Siapa coba yang ga bakal stress ngeliat jalanan kayak gini.

Dan untuk masalah banjir, Jakarta tuch sebenernya uda kebanyakan mall dan apartemen. Di Grogol aja, uda ada dua mall dan dua apartemen berjejer. Di Pluit juga ada dua mall seberang2an. Belom lagi di Gading, entah ada berapa apartemen dan ada berapa mall, bahkan MKG sendiri uda ampe 5 tuch. Dan Jakarta hanya punya sedikit taman. Akibatnya sedikit resapan air yang ada, dan banjirlah.

Ga heran kalo dalam belasan tahun mendatang, Jakarta diramalkan akan tenggelam. Liat aja, deket rumah gua ada apartemen yang hampir jadi. Dan masih banyak lagi mall serta apartemen yang akan dibangun di Jakarta. Entah pengembangnya yang terlalu serakah atau pemerintahnya yang terlalu sibuk menghambur2kan uang rakyat.

Tapi gua cukup terkejut waktu denger bapak gubernur kita dimintai tanggapan tentang banjir, beliau hanya berkata, "banjir itu kan genangan air yang terlalu tinggi, maka terjadilah banjir." Hello bapak, semua yang nonton kayaknya uda tau dech banjir itu apa, yang kita ingin dengar adalah solusi dari bapak.

Fiuh... Hidup di Jakarta memang butuh mental yang kuat supaya ga gampang stress. Jadi buat kalian2 yang mau hijrah atau mengadu nasib ke Jakarta, mendingan pikir2 dulu dech. Jakarta tuch ga ada indah2nya lagi. Beneran. Serius.
Baca selengkapnya »

ada yang salah dari jatuh cinta?

Selasa, 14 September 2010
0 komentar
Raditya Dika pernah menulis di bukunya, "ada yang salah dari orang yang sedang jatuh cinta?" Mungkin tidak, hanya saja waktu dan caranya saja yang salah. Dan memang benar, kita tidak dapat memilih kapan kita akan jatuh cinta dan dengan siapa.

Sedikit cerita dari gua. Gua bukan tipe orang yang gampang suka sama orang, dan juga bukan tipe orang yang peka kalo ada orang yang suka ama gua. Intinya, gua ga akan tahu itu cowo suka ama gua atau ga kalo ga ada yang bilang. Dengan si pacar pun demikian. Mungkin kalau ga ada teman yang bilang, gua ga akan sadar kalo gua suka ama dia dan ga akan sadar kalo dia juga demikian. Sebagian bilang, gua bego. Sebagian lagi bilang, gua polos. Antara bego dan polos memang beda tipis. Tapi yang jelas, dengan sifat gua yang kayak gitu, gua uda membuat beberapa cowo jadi keki.

Waktu SMA, gua pernah ditaksir satu cowo dan seperti yang gua ceritakan, gua ga pernah nyadar kalo itu cowo suka ama gua sampe dia sendiri yang bilang. Awalnya, gua deket ama dia karena sering ngumpul2 bareng teman2 yang lain. Lama2 intensitas dia sms semakin sering, nelp ke rumah (waktu itu nelp pake hp masih mahal) nyaris tiap hari. Sampai sejauh itu, gua bener2 masih ga ngeh (silakan tertawa kalau mau). Sampai suatu hari dia ngajak gua keluar berdua, gua masih menanggapi dengan biasa aja. Dan pas dia bilang kalo dia suka ama gua, gua langsung kaget. Gua tolak dengan alesan paling klise, "sori, gua ga suka ama lu." Padahal kalo dia tahu alasannya sebenernya, mungkin dia bakal keki abis ama gua.

Balik lagi ke pertanyaan diatas, apakah cowo itu salah karena uda suka ama gua. Sama sekali tidak, karena dia tidak bisa memilih dengan siapa dia bakal jatuh cinta. Padahal cowo itu cukup baik dan sekarang uda mapan pula, tapi memang yang namanya perasaan kan ga bisa dipaksain. Dulu gua hanya menganggap dia sebagai koko gua. Sebagai anak tunggal, gua suka punya banyak koko dan gua suka menganggap cowo2 yang umurnya jauh lebih tua dari gua sebagai koko gua.

Jadi inget quotenya si Pat Kai di Sun Go Kong "beginilah cinta, deritanya tiada akhir." Dan memang pada akhirnya tidak ada yang salah dari orang yang sedang jatuh cinta.

Tulisan ini ditujukan buat seseorang disana yang sedang kebingungan. Santai aja sis, suatu hari nanti pasti akan ada cowo yang tepat buat lu di waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat. Semangat... Semangat...


Sebenernya gua uda lama pengen nulis ini cuma kata2nya sempet stuck dan lagi rada geli juga nulisnya..hahahahaha. Kalau ada yang mau muntah, silakan sediakan ember :-) Untung kali ini momentnya pas.


Baca selengkapnya »

perbedaan "sinetron" korea dan sinetron indonesia

Jumat, 13 Agustus 2010
2 komentar



Gara2 personal taste, gua jadi pengen ngebahas serial tv korea dan ngebandinginnya dengan sinetron kita. Well, serial tv korea yang gua tonton pertama kali adalah endless love, yang akhirnya sukses bikin gua termehek2. Walaupun ga semua serial tv korea yang gua tonton ceritanya bagus dan pemainnya ganteng2, tapi dibandingin sama sinetron kita sech tetep menang mereka kemana2.

Dan inilah perbedaannya :


1. Dari segi setting tempat. Setting di serial tv korea bermacam2. Ada yang di taman, pantai, desa, hotel, rumah mewah, gedung perkantoran, rumah sakit, bahkan ada yang nekad shooting di luar negeri. Sementara sinetron kita, nyaris semua tempat sama. Mau di kantor, rumah, restoran, rumah sakit, semuanya sama. Cuma dibedain sama lukisan, dan furniture2 yang ada. Tapi siapapun pasti tahu, kalo mereka ga bener2 pake rumah sakit buat shooting. Entah kurang modal atau gimana, tp mbok ya kalo bikin sinetron niat dikit dong pak produser
.

2. Dari segi acting para pemainnya. Selain cantik2 dan ganteng2, para pemain di serial tv korea juga jago berakting. Buktinya, banyak yang termehek2 waktu nonton endless love (dlm versi korea, bukan dlm versi dubbing). Sementara acting para aktor dan aktris di sinetron terkesan kaku. Adegan nangisnya aja kayak ibu2 lagi ngeden mo ngelahirin. Ancur total.

3. Dari segi cerita. Yang ini ga usa diomongin. Serial tv korea ga ada yg ga tamat2, dan ga pake season 2, 3, bla bla bla. Dan ceritanya juga kadang2 unik, simple, tp
enak ditonton. Sementara sinetron...ada yang tau cinta fitri sekarang uda season brp?

4. Dari segi yang lainnya. Nyaris semua serial korea yang gua tonton pas dalam pemilihan scoring, soundtrack, make up, editing, dan pengambilan kamera. Sementara sinetron, dikit2 slow motion sambil memutar lagu yang menurut mereka menegang
kan, padahal pas gua tonton mah ga ada tegang2nya. Dan kebanyakan sinetron make lagu penyanyi atau band2 ngetop. Lalu wajah2 para pemainnya kebanyakan close up. Dan make up nya juga, yang baik selalu dimake up tipis2, sementara yang jahat selalu dimake up menor dengan akting mata terus2an melotot.

5. Satu lagi adegan yang mungkin dapat kita temukan di serial korea tapi tidak dapat ditemukan di sinetron. Adegan ciuman. hahahahaha.

Itulah sebagian dari sekian banyak perbedaan yang ada. Coba kalo si
netron kita dibuat kayak gitu, gua tongkrongin tv tiap malem dah. Ga usa muluk2 mau yang mendidik, cukup menghibur dan dibuat dengan "niat" kayaknya uda cukup koq.

Kayaknya tadi banyak yg mau gua tulis, tapi keburu lupa. hehehehehe. Ntar kalo inget, diupdate dah.

diliat dari manapun tetep ganteng yach

Baca selengkapnya »

menikah...siap atau tidak?

Rabu, 09 Juni 2010
0 komentar
Belakangan ini gua mulai mendengar tentang pernikahan. Banyak dari teman-teman gua yang mulai memikirkan kelanjutan hubungannya dengan pasangannya alias banyak yang mulai menyiapkan pernikahan. Sementara gua, mulai sering ditanya sana sini "kapan nikah?" Perasaan perempuan mulai ditanya pertanyaan itu ketika usianya 26-30 dech, gua masih 23 uda ditanyain juga. Mungkin efek punya pacar yang usianya beranjak 30....hahahahaha.

Kemarin teman gua mulai mengeluh tentang hal yang sama. Usianya sudah mulai memasuki 26 dan pacarnya 30. Si perempuan sering didesak oleh keluarga si pria tentang masalah pernikahan.

"duh..gua bukannya ga mau kawin, tapi gua belum siap!"

"kenapa belum siap?"

"banyaklah alasannya. gua masih mau berkarir, masih mau bersenang-senang, masih mau kumpul-kumpul sama teman-teman. intinya, gua belum siap!"

"loh. emang kalo statusnya uda berubah jadi married ga bisa berkarir dan kumpul-kumpul sama teman-teman?"

"bisa seh, tapi kan ga sebebas dulu lagi. kalo uda kawin uda harus ngurusin suami, apalagi kalo uda punya anak, masih harus ngurusin anak. gua belum siap ngadepin semuanya."

"ya kalo gitu lu jelasin aja ke mereka kalo lu emang belum siap secara mental. daripada dipaksa married juga malah akhirnya berakhir jadi unhappy marriage."

Yup. Kalo memang kita belum siap menjalani pernikahan, untuk apa diburu-buru hanya karena umur. Toh yang menjadi pelaku rumah tangga itu kan kita, bukan orang tua dan bukan pula mereka yang menanyakan pertanyaan itu. Lagipula, apakah dengan menikah lalu hidup kita akan sempurna? Tidak! Menikah justru menimbulkan banyak masalah. Gimanapun juga menyatukan dua kepala itu bukan hal yang mudah.

Lalu bagaimana dengan gua? Masalah siap atau belum, cukup gua saja yang tahu. Tapi kalau gua ditanya "kapan nikah" atau "kapan nyusul" ketika sedang kondangan, gua hanya akan tersenyum dan menjawab "2012" Sesuai dengan judul film..hahahaha. Dan apakah gua akan menikah di tahun itu, kita lihat saja dua tahun mendatang :-)
Baca selengkapnya »

kembali belajar bersyukur

Selasa, 13 April 2010
0 komentar
Ketika mendengar kabar bahwa pacar dari teman gereja gua meninggal, gua cukup shock karena berita tersebut datang tiba-tiba. Hidup itu memang singkat, kita tidak tahu kapan kita dipanggil Tuhan, dan oleh karena itu sudah seharusnya kita mengisi hidup ini dengan sesuatu yg berguna.

Itu kan teorinya, prakteknya tidak segampang itu. Mungkin pikiran kita dengan "sesuatu yang berguna" itu terlalu jauh. Buat gua, bersyukur adalah hal paling dasar yang berguna dalam hidup kita. Kebanyakan dari kita pasti lebih sering mengeluh dibandingkan bersyukurnya. Itu juga yang gua lakukan dulu. Keluhan yang keluar lebih banyak daripada rasa syukurnya. Tapi seseorang mengajarkan kepada gua bahwa bersyukur itu penting.

Bersyukur karena gua diberi kesempatan untuk bernafas lagi setiap harinya. Dan gua semakin bersyukur ketika mendengar kabar yang bikin shock tadi.
Bersyukur karena gua diberi anggota tubuh yang lengkap. Dan gua semakin bersyukur ketika bertemu dengan sopir taksi yang fisiknya kurang sempurna yang dulu pernah gua ceritain disini.
Bersyukur karena diberikan kesehatan.
Bersyukur karena memiliki pekerjaan disaat pengangguran mulai meningkat dan mencari lapangan pekerjaan sangat sulit.
Bersyukur karena memiliki keluarga, sahabat, pacar yang sayang sama gua.
Bersyukur karena penyertaan dan kasih setiaNya kepada gua.
Dan bersyukur karena gua masih punya masalah, itu berarti Tuhan masih sayang sama gua.

Tapi ingat, bersyukur bukan berarti puas dengan apa yang kita miliki. Dan mengejar kepuasan bukan berarti kita lupa bersyukur dengan apa yang kita miliki. Tuhan selalu tahu apa yang terbaik buat kita. Selamat bersyukur teman-teman.

NB : Kenapa judulnya seperti itu? Karena gua pernah membuat postingan serupa.

Baca selengkapnya »

life is (never) easy

Kamis, 18 Maret 2010
0 komentar
Ada yang pernah berkata (gua lupa siapa orangnya) "kata siapa life is never easy? hidup itu sebenarnya simple koq. yang harus dilakukan manusia cuma bernafas, dan untuk bernafas kita tidak perlu membayar kan. yang bikin rumit itu manusianya sendiri. untuk apa mereka harus sekolah dan belajar? untuk apa mereka harus bekerja? bukankah berjuang untuk tetap hidup? dan yang dibutuhkan untuk tetap hidup kan hanya makan. lalu untuk apa manusia sering membelanjakan hal-hal yang tidak penting? untuk apa manusia sering merumitkan masalah yang tidak penting?"

Kata-kata yang cukup panjang, dan cukup membuat saya berpikir. Hidup itu sebenarnya mudah, kita bahkan sudah tahu prosesnya. Lahir, sekolah, bekerja, menikah, punya anak, dan meninggal. Yang bikin rumit adalah karena kita tidak tahu dengan cara apakah kita menjalani proses tersebut.

Misalnya, memilih pekerjaan. Gampangnya kan kita tinggal mencari pekerjaan yang sesuai dengan apa yang sudah kita pelajari di bangku kuliah dulu. Rumitnya adalah ternyata mencari pekerjaan tidak semudah yang kita bayangkan. Kita harus tahu berapa besar kita digaji, lokasi perusahaan jauh atau tidak dari rumah, ada tunjangan apa saja, dan lain sebagainya. Benar kata orang itu, manusialah yang membuat hidup ini jadi rumit.

Tapi di tengah kerumitan yang kita buat, terkadang kita tetap tidak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Sebelumnya gua tidak pernah membayangkan bisa berpacaran dengan seseorang yang sebenarnya tidak sesuai dengan kriteria gua. Waktu SMA, gua selalu membayangkan akan berpacaran dengan cowo ganteng, bisa main gitar, dan jago main basket. Tapi pacar saya sekarang tidak terlalu ganteng, tidak terlalu bisa main gitar, dan tidak bisa main basket.

Mungkin untuk sebagian orang hidup itu memang mudah. Mudah mendapatkan apa saja yang mereka mau. Dan mungkin untuk orang-orang yang harus berjuang keras mendapatkan sesuatu, hidup itu tidak mudah. Lalu kita termasuk yang mana? Menganggap hidup itu mudah atau rumit?

Baca selengkapnya »

oleh-oleh part 1

Rabu, 10 Maret 2010
0 komentar
Minggu lalu gua berkesempatan berkunjung ke salah satu ibukota negara tetangga yang katanya pernah mengakui budaya kita sebagai budaya mereka. Begitu dateng ke sana, komentar pertama gua adalah "sama aja kayak jakarta yach." Dan memang begitulah adanya.

Persamaannya :
- ibukota negara.
- ada gedung2 tinggi, ruko2, dan daerah2 pinggiran.
- ada grafitti di temboknya.
- ada mall besar dan ada tempat belanja yang murah.
- ada jalan tol.
- sama2 punya monumen nasional
- sama2 punya museum

Perbedaannya :
- disini macet sementara disana lancar, teratur.
- public transportationnya bersih dan rapih. Cuma ada monorail (jadi inget pembuatan monorail di senayan tuch, apa kabarnya yach), bis, dan taksi. Bisnya bersih, dan ga berenti di sembarang tempat, bahkan untuk masuk ke dalam bisnya aja kita harus ngantri.
- disana lebih bersih dan rapih. Ada trotoarnya untuk para pejalan kaki, dan sangat nyaman. Ada tempat duduknya di sepanjang trotoar.
- monumen nasionalnya terawat dengan baik, sehingga masuk dalam daftar tempat yang kami kunjungi. Ada air mancur di sekitarnya. Ga ada tukang jualan dan ga ada org2 pacaran disana.
- museumnya juga layak dikunjungi, lagi2 karena itu jadi masuk list kami.
- disana ga ada pengamen, pengemis, atau tukang jualan di sepanjang lampu merah.
- udaranya jg lebih bersih, karena ga ada bajaj, dan bis yang asep knalpotnya ngepul ampe kemana2.
- pohon2 hijaunya lebih banyak.

Ada satu yang cukup mencengangkan gua. Ternyata disana masih banyak dijual batik, dan kepada beberapa bule, mereka masih mengatakan bahwa batik adalah handycraft asli buatan mereka. Ketika gua berkunjung ke tokonya dan melihat-lihat, batik Indonesia masih jauh lebih bagus daripada buatan mereka.

Kita mungkin sebal dengan negara ini karena ingin mencoba merebut budaya2 kita. Tapi tidak ada salahnya kalau kita juga belajar dari mereka, bagaimana membuat negara kita jadi menarik dan layak masuk ke dalam daftar tour negara yang ingin dikunjungin para bule. Apalagi sebenarnya Jakarta punya lebih banyak museum daripada mereka, dan masih banyak tempat wisata disamping mall dan dufan.

*untuk foto2 menyusul yach*
Baca selengkapnya »

berbagai macam perasaan di bandara

Kamis, 04 Maret 2010
0 komentar
Sepupu gua yg menimba ilmu di negeri orang selalu berkata bahwa dia benci dengan bandara, air mata selalu ada dimana-mana. Tapi entah kenapa gua ga terlalu setuju dengan kata-kata sepupu gua itu. Di bandara, mungkin kita dapat melihat air mata, tapi tidak hanya air mata, kita juga dapat melihat tawa, keceriaan, kegembiraan, semangat, mimpi, kerinduan, dan harapan.

Beberapa hari yang lalu gua berkesempatan melihat salah satu bandara di negeri tetangga. Bandara tersebut jauh lebih bersih dibandingkan bandara yang kita punya, jauh lebih banyak toko-toko jualan (walaupun harganya sama mahalnya), jauh lebih banyak tempat makanan (bahkan ada makanan lokal mereka), dan ada tempat penitipan buat yang mau jalan2 dulu di bandara, dan saking besarnya ada train khusus untuk mengangkut penumpang dari terminal satu ke terminal yg lain.


Tapi ada satu kesamaan antara bandara negara tetangga tersebut dengan bandara kita. Bandara adalah tempat dimana semua perasaan dan harapan ada didalamnya.

Mengapa selalu ada tangis? Karena perpisahan dimana-mana sama, selalu berujung kepada air mata. Sedih karena akan berpisah dengan orang-orang yang mereka sayangi dan cintai. Sedih karena akan meninggalkan tanah kelahiran menuju negeri yang asing. Sedih karena banyak hal.

Mengapa selalu ada kegembiraan? Gembira karena bertemu kembali dengan orang-orang yang kita sayangi. Gembira karena dapat menginjakkan kaki kembali di tanah air tercinta. Atau gembira karena akhirnya dapat berkunjung ke negeri impian. Tawa dan keceriaan selalu mengiringi kegembiraan.

Di samping tangis dan kegembiraan, ada juga semangat, impian, harapan yang terlihat di bandara. Harapan menuju ke negeri yang dapat membuat hidupnya lebih baik. Semangat menuju ke negeri orang untuk mewujudkan impian.


Semuanya dapat kita lihat di bandara. Berbagai macam orang dengan berbagai macam pikiran dan berbagai macam perasaan di dalamnya. Lalu apa yang gua rasain kemarin? Sedih karena harus berpisah dengan orang yang gua sayang untuk sementara waktu, tapi semangat karena akan menjelajahi negeri orang.

Anyway, ini adalah bandara yang saya kunjungi. Ada yang tau ini dimana?


Baca selengkapnya »

relationship status dan foto mesra

Sabtu, 30 Januari 2010
2 komentar

Waktu lagi blogwalking, saya menemukan artikel tentang status di dunia maya di sini. Apa yang dikatakan si penulis itu benar, kenapa facebook ribet banget bikin sampai 7 status segala. Kenapa pilihannya tidak hanya single atau married, plus dating kalau yang bersangkutan sedang terikat komitmen dengan seseorang. Dan kenapa harus ada in a complicated, in an open relationship, atau bahkan in a relationship? Bukankah menjalin pertemanan juga merupakan suatu relationship.

Banyak orang cukup memusingkan masalah relationship status di dunia maya ini, seakan-akan mempublikasikan bahwa si pemilik account ini sudah terikat komitmen adalah hal yang menarik buat orang lain, dan juga buat si pemilik account tersebut. Salah seorang teman menuliskan single pada relationship statusnya di facebook. Lalu ada temannya yang bertanya, "emangnya lu uda putus yach? Koq single?" Bukankah wajar kalau dia menulis single? Single itu kan bisa berarti belum menikah. Kalau beliau belum menikah, wajarkan kalau nulis single, toh di KTP juga tulisannya single.

Ketika jaman friendster, saya cukup heran dengan status "it's complicated" lalu seorang teman menjelaskan, "itu maksudnya lu lagi digantungin atau ngengantungin seseorang." Dan saya pernah iseng-iseng mengubah relationship status itu menjadi "it's complicated" dengan seorang pria yang pada akhirnya memang menjadi pacar saya. Pikiran saya waktu itu bukan lagi digantungin atau menggantungi dia, kita murni hanya main-main. Dan orang-orang pun beranggapan ada sesuatu diantara kita.

Lalu memasuki jaman facebook nambah satu status lagi "in an open relationship". Tadinya saya berpikir dengan menulis status tersebut berarti orang itu sedang mencari pacar, ternyata teman saya bilang "itu maksudnya lu lagi HTS/TTM". Hmmm... Bukankah Hubungan Tanpa Status itu juga berarti sedang menjalin in a relationship, hanya saja tanpa komitmen.

Tidak hanya masalah relationship status yang terkadang menarik perhatian publik, masalah foto mesra berdua dengan pacar juga. Saya sering ditanya oleh beberapa teman "koq lu ga pernah majang foto bedua sech? lagi ada masalah ya?" dan jawab saya hanya "bosen ah majang foto bedua mulu." Saya pun mikir, apakah bermasalah atau tidaknya seseorang dengan pacarnya dapat diliat dari foto berdua atau tidak. Apakah kemesraan seseorang dengan pacarnya dapat diukur dari foto-foto?

Salah seorang teman saya pernah mendapat "teguran" dari seseorang hanya karena dia meng-upload fotonya yang lagi dicium pacarnya. Si penegur bilang, foto itu terlalu mengumbar kemesraan, atau biasa kita kenal dengan istilah public of affection. Tanggapan orang memang berbeda-beda. Si empunya foto mengatakan "ini kan hanya foto dicium, bukan foto ciuman" tapi si penegur bilang "itu mengumbar kemesraan." Pacar saya pernah bilang, untuk masalah foto lebih baik jangan terlalu berlebihan. Tidak semua stok foto yang ada di hp kita harus dipublikasikan, ada baiknya foto-foto yang menurut kita pribadi, kita simpan saja. Dan terbukti banyak artis tersangkut masalah hanya karena mempublikasikan foto-foto mereka ke facebook.

Kalau dipikir-pikir, rasanya seperti ABG yah. Begitu pacaran, mengubah status menjadi in a relationship dan memajang foto berdua. Begitu putus, mengubah status lagi menjadi single, lalu menghapus semua foto-foto berdua. Bukankah alangkah lebih baiknya jika dari awal kita tetap menulis single dan tidak pernah mengupload foto berdua, jadi kalau putus kita tidak perlu repot-repot lagi mengubah dan menghapus. Lagipula, friendster, facebook itu kan situs pertemanan, disitu adalah tempat kita untuk mencari teman atau menemukan teman-teman lama.


Baca selengkapnya »

uang adalah uang

Rabu, 20 Januari 2010
0 komentar
Barusan gua abis nonton Metro TV yang menayangkan acara "Mata Najwa" yang membahas tentang mafia hukum di Indonesia. Menonton acara itu, satu kata dari gua, menyedihkan. Sistem hukum di Indonesia sungguh sangat menyedihkan. Keadilan yang seharusnya ditegakkan malah disembunyikan kebenarannya, dan motif dibalik itu semua adalah uang.

Gua jadi ingat dengan salah satu lagu, "uang bisa bikin kita mabuk kepayang." Rasanya memang itu yang selalu dialami manusia. Kita bekerja dari pagi sampai malam, ujung2nya juga pasti karena uang, bukan karena kita suka melakukan pekerjaan tersebut. Dan karena uang pula, manusia bisa saling membunuh. Karena uang juga, persahabatan berubah jadi permusuhan.

Dan nampaknya bukan hanya sistem hukum dan peradilan di negeri kita yang menyedihkan, sistem politiknya juga. Gua menduga, alasan mengapa para wakil rakyat itu sangat berambisi menduduki bangku di Senayan adalah karena gajinya dan menggiurkan, ditambah dengan rumah dinas dan fasilitas yang didapatkan. Kembali lagi, motifnya adalah uang.

Mengapa uang jadi begitu penting buat manusia? Gua pribadi tidak munafik. Gua juga kerja, gua juga mencari uang, gua butuh makan, gua butuh pakaian, gua butuh memuaskan diri sendiri, dan semuanya bisa gua dapatkan dengan uang. Tapi yang sekarang gua kejar bukan uangnya, itu gua anggap sebagai award. Gua mengejar kepuasan. Gua puas ketika melihat hasil karya gua terpampang di tempat yang mudah terlihat, gua puas ketika melihat penonton tepuk tangan saat murid2 gua konser, dan pada akhirnya gua puas melihat hasil yang telah gua capai. Dan kepuasan gua dibayar dengan uang, yang setimpal tentunya.

Gua suka kata2 dari hakim-yang-mengundurkan-diri tadi, "masalah gaji, bekerja dimanapun ga akan pernah cukup. Kalau uda tau dari awal gaji hakim segitu, kenapa masih mau jadi hakim, kenapa ga jadi pedagang aja?" Itulah manusia, ga akan pernah puas.


Baca selengkapnya »

si miskin dan si kaya

Senin, 11 Januari 2010
0 komentar
Dulu gua suka banget nonton telenovela atau sinetron. Entah kenapa dulu gua demen banget, tapi yg jelas gua ga melewatkan satu episode pun. Sekarang kalo diliat2, cerita telenovela atau sinetron begitu2 aja, terlebih sinetron sekarang yg ga bermutu lantaran kejar tayang. Tapi ada satu hal yg selalu ada dalam setiap telenovela atau sinetron, yaitu selalu ada orang kaya dan orang miskin. Dan entah mengapa si kaya selalu jahat dan si miskin selalu baik. Memang ga selalu begitu, tapi pasti selalu ada yg miskin dan selalu ada yg kaya.

Begitu pulang dengan dunia nyata, selalu ada yg miskin dan selalu ada yg kaya. Bahkan karena negara kita yang ga beres, yg miskin semakin miskin, sementara yg kaya semakin kaya. Tapi terkadang kita lupa bahwa dengan ketekunan si miskin bisa berubah menjadi kaya, dan dengan kesombongan si kaya bisa berubah menjadi miskin.

Waktu tahun baru kemarin, gua bertemu dengan seorang pendeta dari gereja yang jemaatnya bisa dibilang golongan atas semua. Dan ketika sedang berbincang2, istri pendeta tersebut selalu menggembar-gemborkan bahwa dia pernah ke Jerman dengan seorang bos, melihat pameran di Paris, suka menggunakan barang2 branded, minum di kedai kopi dari Amerika. Entah dengan pendapat orang lain, tapi saat itu gua berpendapat bahwa dia termasuk golongan atas yang sombong, padahal beliau istri seorang pendeta yang seharusnya bisa menunjukkan kesederhanaannya.

Gua juga punya teman yang selalu diajarkan orang tuanya untuk hidup dalam kesederhanaannya walaupun dia orang berada. Teman gua pernah cerita, orang tuanya dulu berasal dari keluarga yang kekurangan tapi dengan semangat dan ketekunan, mereka bisa mengubah status sosial mereka. Tapi si anak, yaitu temen gua selalu diajarkan untuk dapat bisa hidup sederhana, dan jangan sombong. Dan gua cukup salut dengan teman gua ini.

Banyak orang yang melihat hanya dari materi saja. Ada anak yang diajarkan untuk bisa bergaul dengan kalangan atas, ada anak yang diajarkan untuk bisa hidup sederhana, ada karyawan yang pandai mendekati bosnya untuk kekuasaan, ada bos yg memerintah seenaknya pada karyawan hanya karena beliau punya banyak uang, dan masih banyak contoh manusia yang terkadang melihat dari materi.

Saya pribadi, terkadang iri juga dengan orang2 kaya itu yang bisa menikmati segala yang ada tanpa takut kekurangan. Tapi terkadang merasa bahwa kebanyakan dari mereka terlalu sombong. Akan tetapi, pada hari mgg kemaren gua diingatkan kembali "barangsiapa yg miskin di hadapan Allah, dialah yg empunya kerajaan Sorga" dan ketika seorang teman menuliskan status di twitter "rumput tetangga lebih hijau" ada yang membalas "itu kan yang tampak dari luar, kita tidak tahu kalau didalamnya banyak kecoa dll, bersyukurlah atas apa yang telah kamu dapat" and thx's God sudah mengingatkan saya dalam banyak hal, dan tetaplah bersyukur. GBU
Baca selengkapnya »

hidup adalah pilihan

Rabu, 14 Oktober 2009
0 komentar
"Hidup itu adalah pilihan dan yang menentukan pilihan itu adalah kita sendiri"...

Kemaren seorang teman gua berkata seperti itu saat gua lagi membicarakan tentang para pengemis di jalanan... Semua pasti tau kan tentang larangan memberikan duit kepada para pengemis... Dulu, gua selalu kasian dengan para pengemis itu, apalagi yg tua2... Tapi setelah dipikir2 lagi, kalo semua orang bisa dengan mudahnya mendapatkan duit hanya dengan mengulurkan tangan, apa gunanya ada sekolah dan kampus... Semua orang kaya pasti juga ngedapetin duit dengan susah payah... Larangan itu ada bagusnya juga... Asal diimbangin dengan kebijaksanaan yang baik juga...

Balik lagi ke masalah hidup itu adalah pilihan... Pacar gua pernah bilang... setelah umur 10-11 tahun, sifat manusia itu uda ga bisa berubah lagi... Ketika mereka uda memilih sifat mereka, ya itulah sifat yang akan ada terus seumur hidup... Contohnya, waktu masih anak2, kita memilih sifat manja dan bawel, maka sifat manja dan bawel itulah yg akan terus ada sampai mereka dewasa... Jadi kalo ada cowo yg bilang, dia akan berubah... bullshitlah...

Dan sekali lagi.... hidup itu memang pilihan... kita sendiri yang akan memilih mau kemana masa depan kita... kita sendiri yg akan memilih mau jadi apa kita nantinya... dan kita sendiri yang akan memilih apa yang terbaik buat kita... Setiap manusia pasti punya pilihannya masing2.. Ada yang memilih untuk jadi pengemis, ada yang memilih untuk selingkuh, ada yang memilih untuk berbohong.... Dan ketika pilihan2 itu ternyata malah menjerumuskan kita... Hanya ada satu... penyesalan... Penyesalan itu emang selalu datang di akhir... bukan di awal...

Dan gua pribadi... Gua akan memilih apa yang terbaik buat gua... tentu sesuai dengan kehendakNya... Dan ketika gua ngerasa telah salah memilih, satu yang gua yakini... bahwa semua akan indah pada waktuNya....

Maaf yach kalo ga nyambung.... Lagi pengen ngelantur ga jelas tapi sok2 bermakna... hehehehehehe....
Baca selengkapnya »

mengapa para karyawan suka lembur....???

Rabu, 07 Oktober 2009
0 komentar
Entah kenapa banyak karyawan yg suka kerja lembur..... Entah kenapa banyak dari mereka yg lebih memilih untuk lembur di kantor daripada melanjutkan pekerjaannya di rumah... Dan entah kenapa bos mereka suka menyuruh karyawannya untuk kerja lembur.... Apakah bos2 itu ga sadar... kalo karyawan itu punya keluarga yang harus mereka perhatikan... Apakah bos2 itu ga sadar... kalo karyawan itu butuh waktu untuk refresing sejenak... tanpa harus dikejar2 deadline... intinya... kenapa harus ada yang namanya LEMBUR....????

Yang gua tau, ada beberapa alasan kenapa mereka suka lembur....
1. Karena mereka tinggal sendiri, entah itu ngekos, ngontrak, ato tinggal di apartemen sendirian... daripada mereka pulang tapi sendirian di rumah... mendingan mereka tetep kerja di kantor...
2. Karena mereka workaholic... pekerja keras... buat mereka... dikejar2 deadline merupakan satu kepuasan tersendiri... tipe orang2 seperti ini selalu berkutat di depan komputer pagi, siang, sore, malem... ga heran kalo mereka tetep lembur...
3. Karena uang lemburannya gede... ada beberapa karyawan yang memilih untuk lembur karena uang lembur yang mereka terima dari perusahaan mereka cukup gede....
4. Karena tuntutan pekerjaan.... karyawan tersebut... suka ga suka... mau ga mau... mereka harus lembur... ga ada pilihan lain... bahkan ga dibayar pun mereka tetep lembur... karena tuntutan dari si bos....

Menurut gua pribadi... rasanya jam kantor yang sudah disepakatin ketika interview itu ga ada gunanya... harusnya mereka bilang... masuk kerja jam 9... pulang kerja... tidak pasti jam berapa... Seharusnya budaya lembur itu dihilangkan di belahan dunia manapun.... Seharusnya manusia normal itu bisa membagi waktu dengan baik antara pekerjaan, keluarga, teman, refreshing.... Kalo jam kerja normal itu 8-9 jam ditambah lembur 2-3 jam, dikurangin waktu tidur 6 jam... berarti kita hanya punya waktu beberapa jam untuk keluarga, teman, bahkan untuk diri kita sendiri..... well... hidup itu harus balance....

Baca selengkapnya »

jakarta oh jakarta

Rabu, 16 September 2009
0 komentar
Halooooo semua..... Sebelumnya mo ngucapin happy birthday dulu buat blog gua.... Ga berasa yach uda setaon ngeblog.... dan uda setaon juga gua mencoba belajar mengeluarkan semua yg ada di kepala.... hehehehehehehe.... Mudah2an bisa bertahan ampe bertaon2 ke depan...

Anyway.... Sekarang Jakarta uda mulai sepi yach... Rasanya senang sekali kalo setiap hari kondisi Jakarta seperti menjelang lebaran gini... Sepi, dan ga ada yg namanya macet.... Kayaknya males banget kalo setiap kali harus menghadapi kemacetan yg bener2 parah... Uda gitu, macetnya cuma gara2 lampu merah ato mobil2 yg mau puter balik.... Duenggggg....... capeee dech.....

Beberapa hari yg lalu, gua sempet bilang ama cowo gua... Kota ini sebenernya kalo mau diberesin tuch bisa.... Polisi2 bisa mentertibkan bus2 yg berhenti dengan seenaknya *yg kadang jadi penyebab utama kecelakaan* atau motor2 bisa dibuat lebih tertib.... Keberadaan busway tuch sebenernya bagus... Hanya saja masyarakat ga bisa ngerawatnya... Coba aja liat busway ke arah kalideres... Pegangannya cuma tinggal beberapa, ACnya uda ga dingin kalo siang, banyak sampah....

Mungkin harus dimulai dari diri sendiri dulu untuk bisa membantu membereskan kota tercinta ini.... Gimanapun macetnya Jakarta, kota ini tetep indah buat gua koq... hehehehehe.... Selamat lebaran yach buat yg merayakan.... Selamat mudik buat yg mo mudik..... dan buat gua.... Selamat menikmati Jakarta yg tenang.....


Baca selengkapnya »

RIP - mbah surip

Selasa, 04 Agustus 2009
1 komentar

Tak gendong kemana-mana
Tak gendong kemana-mana



Pasti semua orang akrab dengan lirik lagu tersebut dan kenal dengan penyanyinya, mbah surip... Hari ini kita semua dikejutkan dengan meninggalnya beliau yang bisa dibilang mendadak... Kematian dia cukup mengagetkan banyak orang, pasalnya dia lagi berada di puncak karirnya...

Kematian beliau mengingatkan gua pada sesuatu... bahwa hidup, mati seseorang di tangan Tuhan... Siapa yang akan mengira mbah surip meninggal di saat beliau lagi ngetop2nya... Ada beberapa yang bilang, beliau meninggal karena kelelahan... Hal ini bikin gua mikir... Buat apa dia kerja cape2 nyari duit sana sini ampe kecapean kalo pada akhirnya dia sendiri ga bisa menikmatinya... Buat apa segala ketenaran kalau pada akhirnya dia juga tidak dapat menikmatinya....

Apapun itu... selamat jalan mbah surip.... semoga di sana kau tidak minta digendong lagi yach.....
Baca selengkapnya »

pernikahan

Senin, 29 Juni 2009
0 komentar


Wedding.......

Apa yang terlintas dalam pikiran ketika mendengar kata wedding/pernikahan....???

Pengantin...??? Pesta..??? Makanan enak..??? Undangan...???


Yeah.... Gua rasa semua orang pasti berpikir tentang menikah.... dan membayangkan seperti apa pernikahan mereka... Pasti semua ingin pesta pernikahan mereka menjadi sesuatu yg tidak akan terlupakan... apalagi pernikahan itu once in a lifetime... *walaupun pada prakteknya ada yg dua tiga kali menikah*

Tapi kenapa pernikahan itu identik dengan pesta mewah dan makanan enak....??? Kenapa orang rela membuang banyak uang untuk pernikahan mereka...??? Bukankah yang terpenting itu makna dibalik pernikahan itu sendiri... dan apa yang terjadi di dalam pernikahan kita nantinya...??? Gua rasa membuat pernikahan menjadi moment yang tidak terlupakan ga harus membuang banyak uang dengan sia2....

Mari kita lihat contoh pernikahan para artis dan beberapa anak konglomerat.... Menggelar pesta mewah di gedung megah... dengan dekorasi yang sangat mewah... dengan undangan dan souvenir yang sangat mahal *bahkan ada yang ngasih souvenir duit* dengan menyajikan makanan enak ala chef terkenal.... dengan diiringi artis2 papan atas untuk menghibur... dengan memakai gaun mahal rancangan desainer ternama..... Tapi apa yang terjadi dengan pernikahan mereka selanjutnya....???? Ada yang memang awet2 ampe sekarang.... Ada yang bercerai.... Dan ada yang uda menikah kembali dengan orang lain....

Yaaa... Begitulah rata2 orang Indonesia... Mereka lebih mementingkan gengsi daripada makna dibaliknya.... Yang ga punya duit pun pasti akan mengusahakan adanya duit dengan pinjam sana pinjam sini... Hanya untuk menggelar pesta pernikahan mewah yang tidak terlupakan itu.... Yeah, pendapat orang memang beda2..... Tapi gua tetep ngerasa... membuat sesuatu yang tidak terlupakan itu tidak harus membuang banyak uang... dengan sesuatu yang sederhana pun kita bisa membuat pernikahan itu menjadi moment yang tidak akan terlupakan....

Lalu.... Gimana dengan gua...?????

Gua anak satu2nya.... Orang tua gua pasti hanya akan menikahkan anaknya satu kali aja.... Dan mereka pasti akan lebih mementingkan gengsi mereka dihadapan teman2nya.... Dan gua yakin mereka pasti ingin anak satu2nya ini menggelar sebuah pesta pernikahan meriah bak seorang selebritis... Seberapa kuat gua berargumen ke mereka pun pada akhirnya pasti gua akan mengalah ama mereka.... Yaaa... itulah hidup.....

So... Buat yang mau married..... Selamat menempuh hidup baru yach......


Baca selengkapnya »

cinta atau harta....???

Rabu, 10 Juni 2009
1 komentar
Sekarang ini reality show lagi bertebaran di TV.... Mulai dari ajang pencarian jodoh, nolongin org miskin, nyeledikin perselingkuhan, ampe nyari org ilang.... Tapi kadang2 reality show di Indonesia aga sedikit berlebihan... malah lebih terlihat seperti sinetron dibanding reality show... Tapi justru yg kayak gitu yg lebih disukai masyarakat, terutama ibu2.... Aniwei... Bukan itu yg mo gua bahas...

Dari sekian banyak reality show... ada satu yg gua suka... yg isinya mencegah pasangan suami istri supaya ga cerai... dan dari sekian banyak episode... episode yg gua tonton hari ini aga sedikit beda... Bukan kemauan suami ato istrinya untuk cerai... tapi kemauan keluarga si istri... dan ironisnya... hanya karena si suami org miskin....

Hmmm... kenapa banyak org mempermasalahkan soal materi... Ada anak yg diajarin orang tuanya hanya berteman dengan org kaya... Ada anak yg dibimbing ama orang tuanya untuk mencari pasangan hidup dengan harta berlimpah... Ada orang yang bela2in utang ama bank untuk beli mobil mewah hanya untuk pamer ama temen2nya... Ada orang yg memaksakan diri gabung dengan org2 kelas atas, walaupun nampaknya mereka ga nyaman.... dan masih banyak contoh org2 yang mengutamakan masalah materi... Bahkan gara2 beda penghasilan, suami istri bisa cerai...

Gua cukup beruntung karena oma gua selalu mengajarkan untuk tidak melihat orang hanya dari materinya saja... Tapi liat juga kepribadiannya.. Dan beliau juga ngajarin supaya ga memilih teman hanya karena si A lebih kaya atau si B lebih tajir... Dan dari situ gua juga belajar kalau ga semua bisa diukur dengan materi... Begitu juga dengan memilih pasangan hidup... Gua ga pernah ngeliat cowo itu kaya atau miskin... Yg penting dia bisa menerima semua kekurangan gua... Hmmm... ngomong sech emang gampang.... karena gua belom berumah tangga...

Emang bener kata emak si istri... Cinta ga bisa buat makan... Tapi asal ada fondasi yg kuat antara si suami dan si istri, materi uda bukan lagi masalah besar buat mereka... dan yg terpenting ada Tuhan di tengah2 mereka... Yg penting si pria itu punya semangat, ulet, rajin, dan bertanggung jawab... Kalau uda miskin, males, pengangguran pula mah ke laut aja dech...

Tapi cerita tadi bisa jadi pelajaran buat para orang tua.... dan buat para pasangan2 yg laen... Intinya mah just believe your heart...

Baca selengkapnya »
 
 

© 2010 warna-warni diriku, Design by DzigNine
In collaboration with Breaking News, Trucks, SUV