this is it - Michael Jackson

Kamis, 05 November 2009
0 komentar
Tgl 31 Okt kemaren, tepat di hari ultah gua, gua dan pacar merayakannya sambil nonton film di bioskop... Fyi, waktu ngerayain first anniversary juga nonton.. emang punya pacar hobi nonton tuch gitu... Dan kita nonton "This is it"... Film yang ditunggu2 sama pacar gua...


Gua pikir film itu menceritakan tentang si Michael Jackson yang diperankan oleh orang lain (secara kehidupannya pas banget tuch buat dijadiin film)... Ternyata film ini tuch semacam film dokumenter tentang proses pembuatan konser This is it itu sendiri... Mulai dari pembuatan screen untuk latar belakang panggungnya sampe proses latiannya...

Jujur... gua bukan penggemar Michael Jackson... Malah lagunya dia yg gua tau cuma Heal the world sama Ben... Tapi pas gua nonton filmnya dia... gua ngerasa dia bener2 artis yang luar biasa... Dari caranya mengemas sebuah lagu, cara dia menari, bahkan sampai penari2 lain ikut tepuk tangan ketika Michael menari sendirian... Di film ini keliatan banget passionnya Michael terhadap musik... Dan gua salut banget sama editor film ini yang bisa mengemas ini menjadi tontonan yg menarik... Dan salut juga dengan director dari konser ini... Sayang banget, konser yang uda dipersiapkan sedemikian bagus dan rapihnya harus batal...

Dan apakah setelah nonton film ini gua jadi ngefans ama Michael Jackson...??? Ga juga... Tapi gua hanya mengagumi filmnya, bukan orangnya... Buat para pecinta musik, rasanya film ini wajib untuk ditonton... Oiya, gua nonton di salah satu bioskop XXI jam 10 malam, dan banyak orang tua yg bawa anak2nya nonton film ini... Hebat... Hebat...


Baca selengkapnya »

23

Senin, 02 November 2009
0 komentar
Waktu gua SD... ulang tahun bagi gua berarti banyak kado....
Waktu gua SMP.... ulang tahun bagi gua berarti makan2 bersama teman2...
Waktu gua SMA... ulang tahun bagi gua berarti menanti sweet seventeen dan dapet KTP...
Waktu gua kuliah... ulang tahun bagi gua berarti dapet duit... karena banyak om2 dan tante2 yg ngasih angpao...

Sekarang.... ulang tahun bagi gua berarti.... bertambah usia berarti bertambah tua... dan itu berarti semakin berkurang umur gua di dunia ini...
Sekarang.... ulang tahun bagi gua berarti.... didesak pertanyaan... "kapan nikah"
Sekarang.... ulang tahun bagi gua berarti.... melihat ke belakang dan mereview apa saja yg uda gua lakukan selama ini... apakah gua uda harus puas dengan semua apa yg gua miliki...

Di hari ulang tahun gua tahun ini.... banyak kejutan yg gua dapatkan.... dari nyokap yg tiba2 bawain kue plus lilin di jam 12 malam... lalu si pacar yang tiba2 nelp gua di jam 12 dan bilang "aku ada di depan rumah kamu nech" sambil bawain kado... plus ucapan teman2 di fesbuk yang kalo diliat2 dari inbox gua di email bisa ampe 200an... gua ga minta apa2 selain bersyukur atas semua yg uda gua dapatkan...

Terima kasih Tuhan atas anugrahMu sampai sekarang...
Terima kasih buat bokap, nyokap, opa, dan semua keluarga besar...
Terima kasih buat sang pacar...
Terima kasih buat teman2....
God bless you all... ^^

Baca selengkapnya »

a love letter for beloved wife

Selasa, 20 Oktober 2009
2 komentar
Suami saya adalah seorang yang sederhana, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya, ketika saya bersandar di bahunya yang bidang. Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian. "Mengapa?", tanya suami saya dengan terkejut. "Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan," jawab saya.

Suami saya terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak. Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?

Dan akhirnya suami saya bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiran kamu?" Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan,"Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam perasaan saya, saya akan merubah pikiran saya : "Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yg ada di tebing gunung. Kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan memetik bunga itu untuk saya?"

Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok." Perasaan saya langsung gundah mendengar responnya.

Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan ......


"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya." Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.

"Kamu selalu pegal-pegal pada waktu 'teman baik kamu' datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kaki kamu yang pegal."

"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi 'aneh'. Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur kamu di rumah atau meminjamkan lidah saya untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami."

"Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu dekat membaca buku, dan itu tidak baik untuk kesehatan mata kamu. Saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kuku kamu dan mencabuti uban kamu."

"Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing kamu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajah kamu."

"Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah yang ada di tebing gunung itu hanya untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air mata kamu mengalir.

"Sayang, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih dari saya mencintai kamu. Untuk itu Sayang, jika semua yang telah diberikan tangan saya, kaki saya, mata saya tidak cukup buat kamu, saya tidak bisa menahan kamu untuk mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakan kamu."

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya.

"Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkan saya untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu."

"Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang, biarkan saya masuk untuk membereskan barang-barang saya, dan saya tidak akan mempersulit hidup kamu. Percayalah, bahagia saya adalah bila kamu bahagia."

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan saya.

Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintai saya. Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari perasaan kita, karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.

Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga".



Diambil dari note seorang teman di facebook....
Baca selengkapnya »

surya atau fajar....???

Minggu, 18 Oktober 2009
2 komentar
Biasanya, di hari Minggu, selesai kebaktian, kita pada ngumpul2 sambil makan2 di tempat makan depan gereja... Kemaren, seperti biasa, gua dan pacar makan di chinese food seberang gereja... Pas lagi makan, datang seorang teman yang mau bertanya sesuatu...

Teman : ada yang liat Surya ga...???
Pacar : Surya...??? sengertiku ga ada anak pemuda yang namanya Surya dech...
Teman : itu loh.. yang suka jadi liturgis...
Gua : siapa..... ga tau tuch... gua ga kenal kali...
Teman : aduh... itu... yang suka naik sepeda kalo ke gereja... yang orangnya pendiam... dia minjem kunci ruang band tadi...
Pacar : Surya...??? Fajar kali....
Teman : *teriak* ooooiyaaa.... itu Fajar....
Gua : hahahahahaha.... *ketawa ngakak*
Pacar : hahahahaha... *ikutan ketawa*
Teman : wakakaakakakakak..... *ketawa terbahak2 untung ga ampe guling2an*
Pacar : perbedaan surya ama fajar emang tipis koq... maklum dech kalo lu salah...
Gua, Pacar, dan Teman : *rame2 ketawa*

Moral dari percakapan tadi adalah... gua ga akan memasukkan nama surya atau fajar ke dalam list nama anak gua kelak.... ntar teman2nya salah nyebut jadi matahari atau mentari atau rembulan.... repot dech.......

Baca selengkapnya »

salah masuk restoran...???

Jumat, 16 Oktober 2009
3 komentar
Fiuh..... Rasanya kepala ini uda mo meledak.... Selain banyak banget yg harus dipikirin, banyak pula hal2 yg bikin kecewa.... Dari kemaren uda banyak rencana yg tersusun matang dan indah... berantakan semua... Mau marah, tapi percuma... Mau kesel, ga ada gunanya juga... Dari hal ini gua belajar, bahwa tidak selamanya semua berjalan sesuai dengan rencana kita...

Anyway.... Kemaren gua abis jalan2 ama nyokap tercinta ke Taman Anggrek... Setelah muter2, jalan2, liat2 baju ampe fitting baju tapi ga beli, kita berdua mulai lapar.... Nyokap pengen makan makanan yg dulu dia bilang enak, tapi lupa namanya apa... *cape dech* Akhirnya setelah menimbang2, akhirnya kita masuk ke sebuah restoran... Satu kesalahan yg kita lakukan adalah masuk ke restoran itu tanpa tau berapa harga makanannya....

Nyokap : kayaknya yg dulu mami makan bukan disini dech....
Gua : emang bukan.... kayaknya mami belom pernah makan disini dech...
Nyokap : aduh... mana mahal2 lagi.... *sambil bolak balik menu*
Gua : hmmm.... *sambil bolak balik menu juga*
Nyokap : kita makan disana aja dech.... itu apaan...??? *sambil ngelirik restoran sebelah sono*
Gua : itu ramen...
Nyokap : ramen apaan...???
Gua : bakmi kecil2 gitu.... kan mami uda pernah makan....
Nyokap : oiya yach... ya uda.. kita makan disana aja dech... keluar yukz...
Gua : hah...???? serius nech.... mang boleh....
Nyokap : boleeehhhh.... *sambil nyelonong pergi dari restoran*
Gua : *nyari ember buat nutupin muka*

Dan hebatnya lagi emak gua.... sebelum keluar dari restoran dia bisa bilang ama pelayannya.....

Nyokap : kita ga jadi makan disini dech mba... makanannya mahal2... *sambil nyelonong keluar restoran*
Gua : *masih nyari ember buat nutupin muka saking malunya*
Baca selengkapnya »

hidup adalah pilihan

Rabu, 14 Oktober 2009
0 komentar
"Hidup itu adalah pilihan dan yang menentukan pilihan itu adalah kita sendiri"...

Kemaren seorang teman gua berkata seperti itu saat gua lagi membicarakan tentang para pengemis di jalanan... Semua pasti tau kan tentang larangan memberikan duit kepada para pengemis... Dulu, gua selalu kasian dengan para pengemis itu, apalagi yg tua2... Tapi setelah dipikir2 lagi, kalo semua orang bisa dengan mudahnya mendapatkan duit hanya dengan mengulurkan tangan, apa gunanya ada sekolah dan kampus... Semua orang kaya pasti juga ngedapetin duit dengan susah payah... Larangan itu ada bagusnya juga... Asal diimbangin dengan kebijaksanaan yang baik juga...

Balik lagi ke masalah hidup itu adalah pilihan... Pacar gua pernah bilang... setelah umur 10-11 tahun, sifat manusia itu uda ga bisa berubah lagi... Ketika mereka uda memilih sifat mereka, ya itulah sifat yang akan ada terus seumur hidup... Contohnya, waktu masih anak2, kita memilih sifat manja dan bawel, maka sifat manja dan bawel itulah yg akan terus ada sampai mereka dewasa... Jadi kalo ada cowo yg bilang, dia akan berubah... bullshitlah...

Dan sekali lagi.... hidup itu memang pilihan... kita sendiri yang akan memilih mau kemana masa depan kita... kita sendiri yg akan memilih mau jadi apa kita nantinya... dan kita sendiri yang akan memilih apa yang terbaik buat kita... Setiap manusia pasti punya pilihannya masing2.. Ada yang memilih untuk jadi pengemis, ada yang memilih untuk selingkuh, ada yang memilih untuk berbohong.... Dan ketika pilihan2 itu ternyata malah menjerumuskan kita... Hanya ada satu... penyesalan... Penyesalan itu emang selalu datang di akhir... bukan di awal...

Dan gua pribadi... Gua akan memilih apa yang terbaik buat gua... tentu sesuai dengan kehendakNya... Dan ketika gua ngerasa telah salah memilih, satu yang gua yakini... bahwa semua akan indah pada waktuNya....

Maaf yach kalo ga nyambung.... Lagi pengen ngelantur ga jelas tapi sok2 bermakna... hehehehehehe....
Baca selengkapnya »

new moon

Senin, 12 Oktober 2009
0 komentar



Rasanya ga sabar menunggu mereka nongol di bioskop...... Ga sabar pengen ngeliat si ganteng Edward Cullen.... hehehehehehe.... Sementara harus puas ngeliat trailernya dulu....


Baca selengkapnya »

mengapa para karyawan suka lembur....???

Rabu, 07 Oktober 2009
0 komentar
Entah kenapa banyak karyawan yg suka kerja lembur..... Entah kenapa banyak dari mereka yg lebih memilih untuk lembur di kantor daripada melanjutkan pekerjaannya di rumah... Dan entah kenapa bos mereka suka menyuruh karyawannya untuk kerja lembur.... Apakah bos2 itu ga sadar... kalo karyawan itu punya keluarga yang harus mereka perhatikan... Apakah bos2 itu ga sadar... kalo karyawan itu butuh waktu untuk refresing sejenak... tanpa harus dikejar2 deadline... intinya... kenapa harus ada yang namanya LEMBUR....????

Yang gua tau, ada beberapa alasan kenapa mereka suka lembur....
1. Karena mereka tinggal sendiri, entah itu ngekos, ngontrak, ato tinggal di apartemen sendirian... daripada mereka pulang tapi sendirian di rumah... mendingan mereka tetep kerja di kantor...
2. Karena mereka workaholic... pekerja keras... buat mereka... dikejar2 deadline merupakan satu kepuasan tersendiri... tipe orang2 seperti ini selalu berkutat di depan komputer pagi, siang, sore, malem... ga heran kalo mereka tetep lembur...
3. Karena uang lemburannya gede... ada beberapa karyawan yang memilih untuk lembur karena uang lembur yang mereka terima dari perusahaan mereka cukup gede....
4. Karena tuntutan pekerjaan.... karyawan tersebut... suka ga suka... mau ga mau... mereka harus lembur... ga ada pilihan lain... bahkan ga dibayar pun mereka tetep lembur... karena tuntutan dari si bos....

Menurut gua pribadi... rasanya jam kantor yang sudah disepakatin ketika interview itu ga ada gunanya... harusnya mereka bilang... masuk kerja jam 9... pulang kerja... tidak pasti jam berapa... Seharusnya budaya lembur itu dihilangkan di belahan dunia manapun.... Seharusnya manusia normal itu bisa membagi waktu dengan baik antara pekerjaan, keluarga, teman, refreshing.... Kalo jam kerja normal itu 8-9 jam ditambah lembur 2-3 jam, dikurangin waktu tidur 6 jam... berarti kita hanya punya waktu beberapa jam untuk keluarga, teman, bahkan untuk diri kita sendiri..... well... hidup itu harus balance....

Baca selengkapnya »
 
 

© 2010 warna-warni diriku, Design by DzigNine
In collaboration with Breaking News, Trucks, SUV